Wisatawan Terus Bergerak, Peluang Bisnis Ikut Terbuka! Ini Potensi Bisnis Travel dan Wisata di Cirebon

- Tim

Selasa, 29 September 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HARINDRA MEDIA

HARINDRA MEDIA

BISNIS – Wisatawan Terus Bergerak, Peluang Bisnis Ikut Terbuka! Ini Potensi Bisnis Travel dan Wisata di Cirebon | Ketika wisatawan datang ke Cirebon, yang bergerak bukan hanya aktivitas di tempat wisata. Ada kendaraan yang digunakan, hotel yang ditempati, makanan yang dibeli, oleh-oleh yang dibawa pulang, hingga jasa perjalanan yang dibutuhkan. Di situlah peluang bisnis travel dan wisata mulai terbentuk.

Data terbaru yang tersedia dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon menunjukkan bahwa perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Kota Cirebon mencapai 236,43 ribu perjalanan pada April 2026. Angka tersebut memang turun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 264,52 ribu perjalanan, tetapi tetap menunjukkan adanya volume perjalanan yang besar. Pada April 2026, tingkat penghunian kamar hotel gabungan bintang dan nonbintang tercatat 41,29 persen. (Badan Pusat Statistik Kota Cirebon)

Artinya, peluang bisnis di sektor pariwisata tidak harus dicari hanya dari penjualan tiket atau penyewaan bus. Ada rantai kebutuhan wisatawan yang bisa dikembangkan menjadi berbagai model usaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

harindra-media-bisnis26

Pergerakan Wisatawan Cirebon Membentuk Ekosistem Bisnis

Bisnis pariwisata pada dasarnya tidak berdiri sendiri. Ketika seseorang melakukan perjalanan, kebutuhan ekonominya dapat menyentuh banyak sektor sekaligus.

Mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, destinasi, pemandu, dokumentasi, hingga produk lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Hal tersebut membuat bisnis travel Cirebon memiliki ruang pengembangan yang cukup luas. Pelaku usaha dapat memilih fokus tertentu atau menggabungkan beberapa layanan menjadi satu paket perjalanan.

Namun, penting untuk membedakan antara data perjalanan wisatawan dan jumlah individu wisatawan. Angka perjalanan BPS merupakan statistik perjalanan, sehingga tidak tepat langsung dianggap sebagai jumlah orang yang berbeda.

Data 2026: Perjalanan Wisatawan Cirebon Masih Bergerak

Data BPS memperlihatkan perubahan dari bulan ke bulan.

Pada Januari 2026, perjalanan wisnus tujuan Kota Cirebon mencapai 245,81 ribu perjalanan. Angka tersebut kemudian turun menjadi 224,01 ribu pada Februari, sebelum meningkat menjadi 264,52 ribu pada Maret. Pada April, jumlahnya berada di 236,43 ribu perjalanan. (Badan Pusat Statistik Kota Cirebon)

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa permintaan perjalanan dapat mengalami perubahan berdasarkan periode dan kondisi tertentu.

Bagi pelaku usaha, data seperti ini penting bukan untuk sekadar mengejar jumlah wisatawan, tetapi untuk memahami bahwa bisnis travel perlu memiliki strategi musiman, variasi paket, dan kemampuan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar.

  1. Paket Wisata Cirebon Bisa Menjadi Produk Utama

Salah satu model yang dapat dikembangkan adalah paket wisata.

Wisatawan sering kali tidak hanya membutuhkan tempat tujuan. Mereka juga membutuhkan kepastian mengenai transportasi, jadwal perjalanan, pilihan aktivitas, makanan, hingga waktu kembali.

Karena itu, pelaku usaha dapat mengemas perjalanan menjadi beberapa pilihan, misalnya:

  • paket wisata keluarga;
  • wisata sejarah dan budaya;
  • wisata kuliner;
  • perjalanan rombongan;
  • paket wisata satu hari;
  • perjalanan perusahaan atau komunitas;
  • paket wisata dengan dokumentasi.

Konsepnya sederhana: wisatawan membeli kemudahan, bukan sekadar perjalanan.

Dalam KBLI 2025, Aktivitas Biro Perjalanan berada pada subgolongan 7912, dengan KBLI 79121 untuk Aktivitas Biro Perjalanan Wisata. OSS menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencakup pengaturan, penyusunan, dan pemasaran paket wisata, termasuk paket perjalanan yang dapat melibatkan transportasi, akomodasi, makanan, serta kunjungan ke destinasi atau situs budaya. (OSS RBA)

  1. Transportasi Wisata: Kebutuhan yang Mengikuti Mobilitas
Baca Juga :  Usaha Ramai tapi Uang Selalu Habis? Ini Tips Mengelola Keuangan agar Tetap Sehat

Wisatawan yang datang ke Cirebon tidak selalu menggunakan kendaraan yang sama selama perjalanan.

Sebagian mungkin datang menggunakan kereta atau kendaraan pribadi, kemudian membutuhkan kendaraan lokal untuk mengunjungi beberapa destinasi. Rombongan juga dapat membutuhkan kendaraan yang lebih besar untuk perjalanan bersama.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi usaha transportasi wisata yang dapat dikombinasikan dengan paket perjalanan.

Misalnya, pelaku usaha menawarkan:

Transportasi + itinerary + destinasi + kuliner.

Model seperti ini memungkinkan pelanggan memperoleh layanan yang lebih terintegrasi dibandingkan hanya menyewa kendaraan.

  1. Bisnis Travel Digital Semakin Penting

Calon wisatawan saat ini dapat mencari informasi perjalanan melalui mesin pencari, media sosial, video pendek, hingga aplikasi pesan.

Karena itu, travel Cirebon tidak harus mengandalkan promosi konvensional.

Pelaku usaha dapat membangun alur sederhana:

Konten wisata → calon pelanggan → konsultasi → pemesanan → pembayaran → perjalanan.

Artikel tentang destinasi Cirebon, rekomendasi itinerary, panduan wisata keluarga, informasi transportasi, hingga rekomendasi kuliner dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran digital.

Di sinilah SEO juga memiliki peran. Konten yang menjawab kebutuhan wisatawan dapat membantu bisnis ditemukan ketika seseorang sedang mencari informasi perjalanan ke Cirebon.

  1. Kuliner dan Oleh-Oleh Bisa Menjadi Bagian Paket

Perjalanan wisata hampir selalu berhubungan dengan konsumsi.

Wisatawan dapat membutuhkan tempat makan, makanan khas, oleh-oleh, hingga produk lokal yang mudah dibawa pulang.

Pelaku travel dapat menjalin kerja sama dengan UMKM kuliner dan pusat oleh-oleh untuk menciptakan paket perjalanan yang lebih lengkap.

Contohnya, paket wisata dapat memiliki agenda kunjungan destinasi pada pagi hari, makan siang di usaha kuliner lokal, kemudian berbelanja oleh-oleh sebelum wisatawan kembali.

Kerja sama seperti ini juga dapat menciptakan hubungan bisnis antarpelaku usaha di dalam ekosistem pariwisata.

  1. Jasa Dokumentasi Wisata Punya Ruang untuk Berkembang

Wisatawan semakin sering mengabadikan perjalanan dalam bentuk foto dan video.

Kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang bagi fotografer, videografer, editor, maupun kreator konten lokal.

Layanan dokumentasi dapat ditawarkan sebagai produk tambahan dalam paket travel.

Misalnya:

Paket perjalanan + foto perjalanan + video pendek untuk media sosial.

Bagi pelaku usaha travel, layanan tambahan seperti ini dapat membuat produk lebih berbeda tanpa harus mengubah bisnis utama menjadi perusahaan produksi konten.

  1. Pasar Rombongan Juga Perlu Digarap

Bisnis perjalanan tidak hanya menyasar wisatawan individu atau keluarga.

Ada pula sekolah, perusahaan, komunitas, organisasi, hingga keluarga besar yang melakukan perjalanan bersama.

Kebutuhan kelompok biasanya lebih kompleks karena menyangkut jumlah peserta, kendaraan, jadwal, konsumsi, destinasi, dan koordinasi.

Pelaku usaha dapat menyusun paket khusus berdasarkan jumlah peserta dan kebutuhan perjalanan.

Namun, harga dan fasilitas harus dijelaskan secara transparan sejak awal agar konsumen mengetahui apa saja yang termasuk dalam paket.

Potensi Wisata Cirebon Terlihat dari Aktivitas Kunjungan

Selain data perjalanan wisnus BPS, aktivitas kunjungan destinasi juga memberikan gambaran mengenai pergerakan wisatawan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon mencatat 37.237 kunjungan wisatawan pada enam objek wisata selama periode 24 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Destinasi yang dipantau meliputi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Keraton Kanoman, Wisata Bahari Kejawanan, Goa Sunyaragi, dan Cirebon Waterland. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)

Pada periode tersebut, kunjungan tertinggi tercatat pada 1 Januari 2026 dengan 11.798 pengunjung. Data ini merupakan data monitoring enam objek wisata pada periode tertentu, sehingga tidak dapat digunakan sebagai angka tahunan seluruh wisatawan Cirebon. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)

Baca Juga :  Fashion Lokal Cirebon Makin Naik Daun! Ini Peluang Bisnis di Tengah Ledakan E-Commerce

Bagi pelaku bisnis, informasi seperti ini dapat membantu membaca momentum dan karakter perjalanan wisata.

Legalitas Bisnis Travel Jangan Sampai Terlewat

Peluang bisnis harus berjalan bersama kepatuhan terhadap ketentuan usaha.

Kerangka perizinan berusaha saat ini menggunakan pendekatan berbasis risiko. PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko berlaku sejak 5 Juni 2025 dan mencabut PP Nomor 5 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut, Perizinan Berusaha merupakan legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usaha. (Database Peraturan | JDIH BPK)

Pelaku usaha travel juga perlu menentukan klasifikasi kegiatan usahanya secara tepat.

Dalam KBLI 2025, 79121 digunakan untuk Aktivitas Biro Perjalanan Wisata. Sementara itu, aktivitas agen perjalanan berada dalam kelompok tersendiri. OSS juga menjelaskan bahwa KBLI 2020 79111 untuk Aktivitas Agen Perjalanan Wisata dikonversi menjadi 79110 pada KBLI 2025. (OSS RBA)

Artinya, sebelum menjalankan usaha, pelaku bisnis sebaiknya memastikan KBLI, perizinan, standar usaha, dan bentuk layanan sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dijalankan.

Bagaimana Memulai Bisnis Travel Cirebon?

Tidak semua bisnis harus langsung dimulai dengan armada besar atau kantor dengan biaya tinggi.

Pelaku usaha dapat memulai dari satu kebutuhan wisatawan yang jelas.

Contoh pendekatannya:

Jika wisatawan kesulitan transportasi:
Bangun layanan transportasi wisata.

Jika wisatawan bingung menyusun perjalanan:
Tawarkan itinerary dan paket wisata.

Jika rombongan kesulitan mengatur perjalanan:
Buat paket perjalanan kelompok.

Jika wisatawan membutuhkan dokumentasi:
Tambahkan layanan foto dan video.

Jika pelaku UMKM memiliki produk lokal:
Bangun kerja sama dengan travel untuk memasukkan produk dalam perjalanan.

Model tersebut dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan permintaan pelanggan dan kemampuan operasional.

Tantangan Bisnis Travel yang Perlu Diperhitungkan

Peluang bisnis tidak berarti tanpa tantangan.

Persaingan harga, kualitas kendaraan, ketepatan jadwal, keamanan, kualitas pelayanan, pembatalan perjalanan, serta hubungan dengan mitra harus dikelola dengan baik.

Pelaku usaha juga perlu memiliki syarat dan ketentuan tertulis mengenai pembayaran, pembatalan, perubahan jadwal, fasilitas, dan kewajiban masing-masing pihak.

Dengan demikian, bisnis tidak hanya mengejar transaksi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan.

Wisatawan terus bergerak, dan pergerakan tersebut menciptakan kebutuhan ekonomi di berbagai sektor. Data BPS menunjukkan perjalanan wisnus tujuan Kota Cirebon mencapai 236,43 ribu pada April 2026, setelah sebelumnya mencapai 264,52 ribu pada Maret. (Badan Pusat Statistik Kota Cirebon)

Peluang bisnis travel Cirebon dapat hadir melalui berbagai bentuk, mulai dari paket wisata, transportasi, perjalanan rombongan, kuliner, oleh-oleh, dokumentasi, hingga pemasaran wisata berbasis digital.

Namun, data kunjungan tidak boleh diterjemahkan secara berlebihan sebagai jaminan keberhasilan sebuah usaha. Setiap bisnis tetap membutuhkan riset pasar, perhitungan biaya, strategi pemasaran, kualitas pelayanan, dan kepatuhan terhadap perizinan.

Bagi calon pengusaha, peluang terbesar justru dapat ditemukan dengan melihat satu pertanyaan sederhana:

“Masalah apa yang dialami wisatawan ketika berada di Cirebon, dan layanan apa yang bisa saya berikan untuk menyelesaikannya?”

Dari kebutuhan tersebut, ide bisnis dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih jelas, terukur, dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

Bisnis Catering di Cirebon Bisa Jadi Peluang Menjanjikan? Ini Modal, Target Pasar, dan Potensi Keuntungannya
Bisnis Rental Kamera di Cirebon: Peluang Cuan atau Malah Boncos?
Jangan Cuma Jadi Pembeli! Bisnis Souvenir & Hampers di Cirebon Bisa Jadi Ladang Cuan
Floating Market Lembang: Pesona Wisata, Kuliner, dan UMKM dalam Satu Destinasi
Fashion Lokal Cirebon Makin Naik Daun! Ini Peluang Bisnis di Tengah Ledakan E-Commerce
Sam Poo Kong Semarang: Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho, Sejarah, dan Pesona Wisata Budaya
Kedai Kopi Makin Menjamur di Cirebon, Masih Bisa Cuan atau Pasarnya Sudah Sesak?
MENGUNGKAP PESONA PANGANDARAN! Dari Pantai hingga Surga Tersembunyi

Artikel Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:30 WIB

Wisatawan Terus Bergerak, Peluang Bisnis Ikut Terbuka! Ini Potensi Bisnis Travel dan Wisata di Cirebon

Sabtu, 19 September 2026 - 16:20 WIB

Bisnis Rental Kamera di Cirebon: Peluang Cuan atau Malah Boncos?

Kamis, 17 September 2026 - 10:00 WIB

Jangan Cuma Jadi Pembeli! Bisnis Souvenir & Hampers di Cirebon Bisa Jadi Ladang Cuan

Selasa, 15 September 2026 - 11:00 WIB

Floating Market Lembang: Pesona Wisata, Kuliner, dan UMKM dalam Satu Destinasi

Minggu, 13 September 2026 - 17:40 WIB

Fashion Lokal Cirebon Makin Naik Daun! Ini Peluang Bisnis di Tengah Ledakan E-Commerce

Berita Terbaru