Bandar Udara Kertajati: Gerbang Udara Modern di Jawa Barat

- Tim

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kertajati majalengka

kertajati majalengka

MAJALENGKA – Bandar Udara Kertajati: Gerbang Udara Modern di Jawa Barat | Bandar Udara Internasional Kertajati adalah salah satu infrastruktur transportasi udara penting di Jawa Barat. Bandara ini berada di Kabupaten Majalengka dan dikenal juga dengan nama Kertajati International Airport. Dalam dunia penerbangan, bandara ini memiliki kode IATA KJT dan kode ICAO WICA. Lokasinya cukup strategis karena berada di kawasan yang dirancang untuk melayani wilayah Rebana serta daerah sekitar seperti Majalengka, Cirebon, Sumedang, dan kawasan timur Jawa Barat lainnya.

Bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya, Bandara Kertajati menjadi pilihan menarik karena jaraknya sekitar 55,4 kilometer dari Kota Cirebon. Kehadiran bandara ini membuka harapan baru bagi perjalanan udara yang lebih dekat, terutama bagi penumpang yang sebelumnya harus menuju Bandung atau Jakarta untuk mendapatkan akses penerbangan. Dengan lokasi yang berada di Majalengka, Kertajati tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga bagian dari rencana besar pengembangan ekonomi kawasan Jawa Barat.

Bandara ini mulai diresmikan operasinya pada 24 Mei 2018. Momen tersebut menjadi catatan penting karena pendaratan pertama dilakukan oleh Pesawat Kepresidenan Indonesia. Secara resmi, bandara ini kemudian dibuka untuk operasional pada 1 Juli 2019. Sejak awal, Kertajati memang dirancang sebagai bandara besar yang mampu menunjang aktivitas penerbangan komersial, baik domestik maupun internasional.

Dari segi ukuran, Bandara Kertajati tercatat sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia berdasarkan luas wilayah setelah Bandara Internasional Soekarno–Hatta di Tangerang. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan permukaan aspal. Dengan panjang landasan tersebut, Kertajati mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747, Boeing 777, dan Boeing 787.

Salah satu tujuan utama pembangunan Bandara Kertajati adalah menjadi penyangga bagi kepadatan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Selain itu, bandara ini juga diproyeksikan untuk mendukung pengembangan kawasan Aerocity, yaitu kawasan ekonomi terpadu yang terhubung dengan aktivitas kebandarudaraan. Konsep ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat akses transportasi di Jawa Barat bagian timur.

Perjalanan pembangunan Bandara Kertajati sendiri cukup panjang. Rencana pembangunannya sudah muncul sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri. Studi kelayakan bandara telah ada sejak 2003, kemudian izin penetapan lokasi dilakukan pada 2005. Namun, pembangunan fisik baru mulai berjalan beberapa tahun kemudian dan proyek ini masuk dalam Program Strategis Nasional. Pembangunan resminya berlangsung pada periode 2015 hingga 2017 dengan dukungan anggaran dari Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  PPDB Berubah Menjadi SPMB, Apa Saja Perbedaannya?

Dari sisi akses, Bandara Kertajati didukung oleh beberapa moda transportasi darat. Tersedia shuttle, bus DAMRI, dan layanan sewa mobil yang menghubungkan bandara dengan berbagai kota di Jawa Barat, seperti Bandung, Cirebon, Karawang, dan Tasikmalaya. Selain itu, terdapat rencana pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Arjawinangun untuk memperkuat konektivitas menuju bandara.

Meski memiliki fasilitas besar dan potensi strategis, operasional Bandara Kertajati sempat menghadapi tantangan. Salah satu kendala utamanya adalah akses yang pada awalnya belum sepenuhnya optimal, terutama dari Bandung. Setelah Tol Cisumdawu dibuka pada Juli 2023, penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai dipindahkan ke Kertajati sejak 29 Oktober 2023, terutama untuk penerbangan menggunakan pesawat jet.

Secara keseluruhan, Bandara Internasional Kertajati bukan hanya tempat naik dan turun pesawat. Bandara ini merupakan bagian dari visi besar pembangunan transportasi dan ekonomi Jawa Barat. Dengan fasilitas luas, landasan pacu panjang, akses yang terus dikembangkan, serta posisinya yang strategis di kawasan timur Jawa Barat, Kertajati memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang udara penting bagi masyarakat, wisatawan, pebisnis, dan aktivitas logistik di masa mendatang.

Berita Terkait

BJ Habibie: Perjalanan Ilmuwan dan Presiden yang Membawa Indonesia ke Era Teknologi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:00 WIB

Bandar Udara Kertajati: Gerbang Udara Modern di Jawa Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:00 WIB

BJ Habibie: Perjalanan Ilmuwan dan Presiden yang Membawa Indonesia ke Era Teknologi

Berita Terbaru