Hayu Ngaji Kang! KH. Fathulloh Rohman Angkat Kajian Qorratul ‘Uyun untuk Memperkuat Akhlak dan Keharmonisan Keluarga

- Tim

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HARINDRA MEDIA

HARINDRA MEDIA

TOKOH – Hayu Ngaji Kang! KH. Fathulloh Rohman Angkat Kajian Qorratul ‘Uyun untuk Memperkuat Akhlak dan Keharmonisan Keluarga | Kehidupan berkeluarga membutuhkan lebih dari sekadar rasa cinta. Dalam menjalani rumah tangga, setiap pasangan juga memerlukan ilmu, kesabaran, tanggung jawab, serta akhlak sebagai bekal menghadapi berbagai keadaan yang muncul dalam kehidupan bersama.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan “Hayu Ngaji Kang” bersama KH. Fathulloh Rohman, pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kota Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, kitab Qorratul ‘Uyun menjadi bahan kajian dengan mengangkat tema “Memperkuat Akhlak dalam Kehidupan Berkeluarga.”

Pembahasan tersebut menempatkan kehidupan keluarga sebagai bagian yang penting untuk terus dipelajari. Rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, tetapi juga menyangkut bagaimana nilai agama, tanggung jawab, etika, dan akhlak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kegiatan kajian, masyarakat diajak untuk kembali mendalami nilai-nilai keislaman yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga. Ilmu agama diharapkan dapat menjadi salah satu bekal untuk membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta diridai Allah SWT.

harindra-media-tokoh10

Qorratul ‘Uyun, Kajian tentang Kehidupan Rumah Tangga

Kitab Qorratul ‘Uyun merupakan salah satu kitab yang dikaji dalam pembahasan mengenai kehidupan rumah tangga dalam perspektif Islam.

Pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga menjadi penting karena pernikahan bukan sekadar proses menyatukan dua orang. Setelah pernikahan berlangsung, pasangan akan menjalani kehidupan bersama yang membutuhkan kesiapan, pemahaman, serta tanggung jawab.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri memiliki hubungan yang membutuhkan sikap saling memahami. Karena itu, pengetahuan mengenai nilai-nilai keagamaan dapat menjadi salah satu dasar dalam menjalankan kehidupan tersebut.

Kajian terhadap Qorratul ‘Uyun memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami pentingnya membangun hubungan suami istri dengan memperhatikan nilai agama, etika, tanggung jawab, dan akhlak.

Pemahaman tersebut menjadi bekal agar kehidupan rumah tangga tidak hanya dijalani berdasarkan perasaan, tetapi juga disertai kesadaran terhadap berbagai tanggung jawab yang ada di dalamnya.

Ilmu menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Dengan memiliki pemahaman yang lebih baik, pasangan diharapkan dapat menjalani kehidupan berkeluarga dengan sikap yang lebih bijaksana.

Akhlak Menjadi Bagian Penting dalam Rumah Tangga

Keharmonisan sebuah keluarga tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi ataupun kemewahan yang dimiliki. Hubungan antara anggota keluarga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

Sikap saling menghormati menjadi salah satu nilai yang perlu dibangun. Demikian pula dengan komunikasi yang baik, kesabaran ketika menghadapi persoalan, serta kesediaan untuk memahami dan menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Dalam kehidupan bersama, setiap keluarga dapat menghadapi situasi yang berbeda. Perbedaan pendapat juga dapat muncul dalam hubungan suami dan istri. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan rumah tangga.

Yang menjadi penting adalah bagaimana perbedaan tersebut dihadapi. Sikap yang dilandasi akhlak dan pemahaman terhadap nilai agama dapat menjadi pedoman ketika pasangan menghadapi persoalan maupun perbedaan.

Akhlak dalam kehidupan berkeluarga dengan demikian bukan hanya berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain di luar rumah. Akhlak juga memiliki tempat penting dalam hubungan antara anggota keluarga sendiri.

Baca Juga :  Sam Poo Kong Semarang: Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho, Sejarah, dan Pesona Wisata Budaya

Cara berbicara, cara menghormati, cara menyikapi perbedaan, serta cara menjalankan tanggung jawab menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga yang perlu diperhatikan.

Melalui penguatan akhlak, keluarga diharapkan dapat membangun hubungan yang dilandasi kasih sayang sekaligus penghormatan terhadap satu sama lain.

Keluarga Menjadi Lingkungan Awal Pembentukan Karakter

Keluarga memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi tempat tinggal bersama.

Suami, istri, dan anak tidak hanya berbagi kehidupan dalam satu rumah, tetapi juga membangun hubungan yang dapat menjadi lingkungan awal bagi penanaman berbagai nilai kehidupan.

Bagi anak, keluarga menjadi tempat untuk mengenal berbagai sikap dan nilai. Sopan santun, kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap menghormati orang lain dapat dikenalkan melalui kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Karena itu, hubungan yang terbangun di dalam keluarga menjadi bagian yang penting dalam proses pembentukan karakter.

Keluarga yang dibangun dengan kasih sayang dan akhlak diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman bagi anggota keluarga. Pada saat yang sama, keluarga juga menjadi tempat tumbuhnya berbagai nilai kebaikan.

Peran tersebut membuat kehidupan keluarga tidak hanya berhubungan dengan kepentingan pasangan suami dan istri. Kehidupan keluarga juga berkaitan dengan bagaimana nilai-nilai yang ada di dalamnya tumbuh dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, membangun keluarga yang baik juga berarti membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan nilai-nilai positif.

Tantangan Kehidupan Keluarga di Tengah Perubahan

Kehidupan keluarga terus berjalan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut turut memunculkan berbagai tantangan dalam hubungan antaranggota keluarga.

Kesibukan dalam pekerjaan menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi kehidupan keluarga. Selain itu, komunikasi yang semakin banyak menggunakan perangkat digital juga dapat memengaruhi pola interaksi antaranggota keluarga.

Perubahan pola interaksi tersebut menjadi bagian dari kehidupan keluarga masa kini. Kedekatan antaranggota keluarga tetap membutuhkan perhatian agar hubungan yang terjalin dapat berjalan dengan baik.

Dalam kondisi tersebut, penguatan nilai agama dan akhlak tetap menjadi bagian yang relevan dalam kehidupan keluarga.

Nilai agama dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan bersama, sedangkan akhlak menjadi bagian yang diterapkan dalam hubungan sehari-hari.

Kajian Qorratul ‘Uyun menjadi salah satu ruang untuk kembali mengingat pentingnya proses belajar dalam membangun rumah tangga.

Pernikahan bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran. Setelah menikah, pasangan suami dan istri tetap perlu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalani kehidupan keluarga.

Proses tersebut berlangsung seiring dengan perjalanan rumah tangga. Karena itu, kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih baik.

Pernikahan Membutuhkan Kesiapan dan Pemahaman

Pernikahan membawa dua individu ke dalam kehidupan bersama. Karena itu, kehidupan setelah pernikahan membutuhkan kesiapan serta pemahaman terhadap tanggung jawab yang dijalankan.

Rasa cinta menjadi bagian penting dalam hubungan, tetapi kehidupan keluarga juga membutuhkan nilai-nilai lain agar hubungan dapat terus dijaga.

Kesabaran diperlukan ketika menghadapi persoalan. Saling menghormati diperlukan agar setiap anggota keluarga merasa dihargai. Komunikasi diperlukan untuk menjaga hubungan tetap terhubung. Sementara itu, tanggung jawab menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bersama.

Seluruh unsur tersebut memiliki kaitan dengan akhlak dalam kehidupan keluarga.

Baca Juga :  Jarang Dibahas! 20 Tokoh Cirebon Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Siapa Saja?

Melalui pemahaman terhadap nilai agama, pasangan diharapkan dapat melihat kehidupan rumah tangga bukan hanya sebagai hubungan antara dua individu, tetapi sebagai kehidupan bersama yang memiliki tanggung jawab.

Hal inilah yang membuat pembelajaran mengenai keluarga tetap penting dilakukan.

Hayu Ngaji Kang sebagai Ruang Pembelajaran

Kegiatan “Hayu Ngaji Kang” menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mendalami pembahasan keagamaan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga.

Dalam kajian bersama KH. Fathulloh Rohman, pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kota Cirebon, tema Qorratul ‘Uyun diarahkan pada penguatan akhlak dalam kehidupan keluarga.

Tema tersebut memberikan perhatian pada pentingnya membangun keluarga berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Kajian keagamaan menjadi salah satu sarana untuk kembali memahami nilai yang mungkin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan keluarga.

Melalui kajian semacam ini, masyarakat diajak untuk terus memperkuat pemahaman terhadap kehidupan berkeluarga.

Ilmu dan Kasih Sayang untuk Membangun Keluarga

Membangun keluarga yang harmonis merupakan proses yang membutuhkan waktu. Tidak cukup hanya dengan satu bentuk usaha, tetapi diperlukan kemauan untuk terus belajar, memahami, dan memperbaiki diri.

Ilmu menjadi salah satu bekal penting. Akhlak menjadi dasar dalam berinteraksi. Kasih sayang menjaga hubungan tetap memiliki kedekatan, sedangkan tanggung jawab menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Keempat unsur tersebut memiliki peran dalam perjalanan membangun keluarga.

Saling menghargai juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Ketika setiap anggota keluarga mampu menghormati satu sama lain, hubungan di dalam keluarga diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik.

Begitu pula dengan kemauan untuk memperbaiki diri. Kehidupan rumah tangga merupakan perjalanan bersama sehingga setiap anggota keluarga perlu memiliki kesadaran untuk terus belajar dan melakukan perbaikan.

Nilai-nilai agama kemudian menjadi pedoman yang membantu keluarga menjalani kehidupan tersebut.

Membangun Keluarga yang Harmonis dan Penuh Kasih Sayang

Pesan yang dibawa dalam kajian Qorratul ‘Uyun melalui kegiatan “Hayu Ngaji Kang” pada dasarnya berkaitan dengan pentingnya memperkuat akhlak dalam kehidupan keluarga.

Keluarga yang harmonis membutuhkan lebih dari sekadar kebersamaan. Di dalamnya terdapat kebutuhan terhadap ilmu, kasih sayang, tanggung jawab, sikap saling menghormati, serta pemahaman terhadap nilai-nilai agama.

Kehidupan keluarga juga menjadi tempat tumbuhnya berbagai nilai yang dapat membentuk karakter. Karena itu, membangun hubungan yang baik di dalam keluarga menjadi bagian penting dari kehidupan bersama.

Melalui semangat “Hayu Ngaji Kang!”, pembelajaran agama dapat menjadi salah satu bekal untuk memahami dan menjalani kehidupan berkeluarga.

Kajian Qorratul ‘Uyun dengan tema “Memperkuat Akhlak dalam Kehidupan Berkeluarga” mengangkat kembali pentingnya ilmu dan akhlak sebagai bagian dari perjalanan rumah tangga.

Pada akhirnya, keluarga yang harmonis diharapkan dapat tumbuh dari hubungan yang dilandasi ilmu, kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, dan akhlak.

Dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman, kehidupan keluarga diharapkan dapat menjadi ruang yang penuh kasih sayang sekaligus tempat tumbuhnya berbagai nilai kebaikan.

“Hayu Ngaji Kang!” menjadi ajakan untuk terus belajar dan mendekatkan diri dengan ilmu sebagai bekal dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan diridoi Allah SWT.

Artikel Terkait

Jarang Dibahas! 20 Tokoh Cirebon Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Siapa Saja?
Bukan Sekadar Wajah di Uang Rp20 Ribu, Ini Kisah Oto Iskandar di Nata Sang “Si Jalak Harupat”
Dulu Disegani, Kini Mulai Dilupakan: Kisah Tokoh Lokal Cirebon
Siapa Sunan Gunung Jati? Jejak Dakwah dan Perannya dalam Sejarah Cirebon
Makamnya Sering Diziarahi, Siapa Sebenarnya Mbah Kuwu Sangkan di Cirebon?
Perempuan Hebat dari Cirebon yang Jarang Diketahui: Jejak Penjaga Sejarah, Budaya, dan Peradaban
Haji Agus Salim : Diplomat Ulung dan Pejuang Kemerdekaan Indonesia
BJ Habibie: Perjalanan Ilmuwan dan Presiden yang Membawa Indonesia ke Era Teknologi

Artikel Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:30 WIB

Jarang Dibahas! 20 Tokoh Cirebon Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Siapa Saja?

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Hayu Ngaji Kang! KH. Fathulloh Rohman Angkat Kajian Qorratul ‘Uyun untuk Memperkuat Akhlak dan Keharmonisan Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Bukan Sekadar Wajah di Uang Rp20 Ribu, Ini Kisah Oto Iskandar di Nata Sang “Si Jalak Harupat”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Dulu Disegani, Kini Mulai Dilupakan: Kisah Tokoh Lokal Cirebon

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Siapa Sunan Gunung Jati? Jejak Dakwah dan Perannya dalam Sejarah Cirebon

Berita Terbaru