BIROKRASI – KDM Gandeng Insinyur Indonesia, Dorong Solusi Nyata untuk Persoalan Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengajak para insinyur di Indonesia untuk berperan aktif menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, terutama masalah transportasi dan lingkungan di Jawa Barat. Ia menilai, keahlian para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang dirasakan warga setiap hari.
Ajakan tersebut disampaikan KDM dalam konferensi 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Menurutnya, persoalan seperti kemacetan dan banjir, khususnya di Kota Bandung, membutuhkan penanganan yang tepat melalui perencanaan dan penerapan teknologi yang sesuai.
Salah satu perhatian KDM adalah kondisi transportasi umum yang dinilai perlu dibenahi. Ia mendorong pembaruan angkutan umum yang sudah tua dengan sistem transportasi yang lebih modern, nyaman, dan ramah lingkungan. Selain itu, transportasi publik diharapkan lebih ramah bagi anak-anak dan ibu hamil, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KDM juga mengusulkan agar sistem pengelolaan angkutan umum ditata kembali sesuai karakteristik setiap wilayah. Rencana tersebut akan didiskusikan bersama Persatuan Insinyur Indonesia agar dapat dikaji dan dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
Selain persoalan transportasi, KDM menyoroti pentingnya penerapan kode etik dalam profesi keinsinyuran. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam perencanaan, penerapan teknis, maupun pengelolaan proyek perlu dievaluasi secara terbuka agar tanggung jawab profesional dapat ditegakkan.
Menurut KDM, organisasi profesi seperti PII memiliki peran penting dalam memperkuat pengawasan etik terhadap para insinyur. Pelanggaran kode etik, kata dia, perlu ditangani melalui mekanisme yang berlaku, termasuk kemungkinan pemberian sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Sementara itu, Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan kesiapan organisasinya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dalam pembenahan sektor transportasi. Ia menilai angkutan umum perlu diarahkan menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk melalui elektrifikasi kendaraan serta standardisasi layanan.
Ilham juga menyampaikan gagasan agar para pengemudi angkutan umum memiliki peluang ekonomi yang lebih baik melalui model usaha yang memberikan ruang kepemilikan bagi pengemudi.
Dorongan KDM kepada para insinyur ini menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas persoalan pembangunan yang dihadapi Jawa Barat. Pembenahan transportasi, pengurangan dampak lingkungan, serta penguatan etika profesi diharapkan dapat berjalan beriringan demi menciptakan layanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. [jabarprov].











