CIREBON – Karang Taruna Kota Cirebon memasuki babak baru setelah Diky Dikrurahman terpilih sebagai ketua untuk masa kepengurusan 2026–2031. Pemilihan tersebut berlangsung di Ruang Griya Sawala DPRD Kota Cirebon pada Sabtu, 26 September 2026.
Dalam proses pemilihan, Diky memperoleh empat suara dari total lima suara yang tersedia. Hasil tersebut mengantarkannya sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cirebon untuk lima tahun ke depan.
Terpilihnya Diky menjadi momentum baru bagi organisasi kepemudaan dan sosial tersebut. Setelah proses pemilihan selesai, perhatian selanjutnya diarahkan pada pembentukan kepengurusan serta penyusunan program kerja yang akan dijalankan selama periode kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepengurusan Baru Ditargetkan Selesai 30 Hari : Diky menyampaikan bahwa pembentukan kepengurusan menjadi agenda pertama yang akan dilakukan setelah dirinya terpilih.
Penyusunan struktur organisasi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 30 hari sejak dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Menurut Diky, pembentukan kepengurusan tidak hanya berorientasi pada struktur organisasi di tingkat kota. Keterwakilan dari berbagai tingkatan Karang Taruna juga akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ia ingin pengurus di tingkat kecamatan hingga kelurahan mendapatkan ruang untuk terlibat dalam kepengurusan Karang Taruna Kota Cirebon.
Langkah tersebut dinilai penting karena Karang Taruna merupakan organisasi sosial yang membutuhkan keterlibatan banyak unsur, terutama para pengurus yang selama ini menjalankan aktivitas organisasi di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Tidak Hanya Terpusat di Tingkat Kota : Salah satu hal yang menjadi perhatian Diky adalah bagaimana membangun kepengurusan yang mampu mengakomodasi berbagai unsur Karang Taruna di Kota Cirebon.
Karena itu, ia menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan akan dilakukan dengan mengedepankan keterwakilan dari tingkat bawah.
Diky juga menyatakan tidak ingin menggunakan kewenangan secara sepihak untuk menentukan seluruh komposisi kepengurusan.
Sebaliknya, ia mendorong adanya keterlibatan dan kolaborasi dari para anggota dalam menentukan struktur organisasi periode 2026–2031.
Dengan pola tersebut, kepengurusan diharapkan tidak hanya menjadi representasi organisasi di tingkat kota, tetapi juga memiliki keterhubungan dengan Karang Taruna yang berada di kecamatan dan kelurahan.
Lima Kandidat Tetap Dirangkul : Proses pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Cirebon sebelumnya diikuti oleh enam orang yang masuk dalam tahapan pencalonan.
Namun, setelah melalui proses verifikasi, satu calon dinyatakan tidak dapat melanjutkan proses sehingga terdapat lima kandidat yang kemudian mengikuti pemilihan.
Dari lima suara yang tersedia, Diky memperoleh empat suara.
Setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Diky juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dengan seluruh kandidat yang sebelumnya ikut dalam proses pemilihan.
Menurutnya, seluruh kandidat memiliki kesempatan untuk bersama-sama berkontribusi dalam kepengurusan Karang Taruna Kota Cirebon periode mendatang.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga organisasi agar tetap solid setelah proses pemilihan berakhir.
Siapkan Kemitraan dengan Pemerintah dan Swasta : Selain persoalan internal organisasi, Diky juga menyiapkan agenda penguatan kemitraan sebagai salah satu arah kerja Karang Taruna Kota Cirebon.
Kemitraan tersebut akan diarahkan kepada berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Cirebon dan sektor swasta.
Kerja sama nantinya direncanakan dituangkan melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Setelah itu, bentuk kerja sama tersebut dapat diturunkan melalui Memorandum of Agreement (MoA) sehingga pelaksanaannya dapat menjangkau struktur organisasi di bawah tingkat kota.
Dengan pola tersebut, program kemitraan tidak hanya berhenti pada pengurus Karang Taruna tingkat kota.
Pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan juga diharapkan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang lahir dari kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta.
Membuka Ruang Kolaborasi di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan : Pelibatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu poin yang cukup ditekankan dalam rencana kepengurusan baru.
Karang Taruna yang berada di tingkat tersebut memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keberadaan mereka dapat menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program sosial dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pola kemitraan yang terstruktur, program yang dibangun di tingkat kota diharapkan dapat diteruskan hingga tingkat bawah.
Dengan demikian, aktivitas organisasi tidak hanya berpusat pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diarahkan pada program yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Awal Kepemimpinan Diky Dikrurahman : Terpilihnya Diky Dikrurahman sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cirebon periode 2026–2031 menandai dimulainya periode kepengurusan baru.
Dalam tahap awal, pembentukan struktur organisasi menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Setelah itu, arah kerja organisasi akan ditentukan melalui program dan pola kemitraan yang akan dibangun bersama berbagai pihak.
Keterwakilan pengurus dari tingkat kecamatan dan kelurahan serta upaya merangkul seluruh kandidat menjadi bagian dari pendekatan yang disampaikan Diky setelah terpilih.
Sementara itu, rencana membangun kerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu strategi yang akan dikembangkan untuk memperluas ruang kegiatan Karang Taruna Kota Cirebon.
Periode 2026–2031 selanjutnya akan menjadi masa bagi kepengurusan baru untuk menjalankan agenda organisasi sekaligus memperkuat peran Karang Taruna di tengah masyarakat Kota Cirebon.











