BJ Habibie: Perjalanan Ilmuwan dan Presiden yang Membawa Indonesia ke Era Teknologi

- Tim

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

bj habibie

bj habibie

TOKOH – BJ Habibie: Perjalanan Ilmuwan dan Presiden yang Membawa Indonesia ke Era Teknologi | Bacharuddin Jusuf Habibie, yang lebih dikenal sebagai BJ Habibie, lahir pada 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Ia berasal dari keluarga berdarah Jawa-Makasar dan sejak kecil telah menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang sains, terutama fisika dan matematika. Ayahnya, Alwi Abdul Jalil Habibie, seorang pegawai sipil dan teknokrat, serta ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, memberikan dukungan penuh bagi pendidikan anaknya. Habibie menempuh pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sebelum melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia mulai menekuni ilmu teknik dengan fokus pada penerbangan.

Berkat prestasi akademiknya, Habibie mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Jerman, tepatnya di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen (RWTH Aachen), selama sepuluh tahun. Di sana, ia menuntut ilmu hingga meraih gelar Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Selama di Jerman, ia menikah dengan Hasri Ainun Besari pada 1962, dan pasangan ini menjalani kehidupan sederhana sambil bekerja untuk membiayai kuliah dan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Pelabuhan Patimban: Gerbang Baru Logistik dan Industri Jawa Barat

Karir profesional Habibie menempatkannya pada jajaran elit industri penerbangan dunia. Ia bergabung dengan perusahaan Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) di Hamburg, Jerman, dan akhirnya menjabat sebagai Vice President serta Direktur Teknologi—sebuah posisi yang jarang ditempati oleh warga Asia. Kontribusi ilmiahnya meliputi pengembangan teori “Habibie Factor,” “Habibie Theorem,” dan “Habibie Method” yang berfokus pada desain pesawat terbang dan rekayasa material, serta membimbing sekitar 40 insinyur Indonesia untuk bekerja di Jerman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 1974, BJ Habibie memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya bagi pembangunan nasional. Ia menjadi penasihat pemerintah dalam bidang teknologi tinggi dan penerbangan, termasuk membantu pengembangan industri pesawat terbang di Indonesia. Kariernya kemudian merambah ke ranah politik, menjadikannya Wakil Presiden RI ke-7 dan kemudian Presiden RI ke-3 setelah krisis politik tahun 1998. Masa kepresidenannya ditandai oleh upaya modernisasi teknologi, pembangunan industri strategis, serta reformasi ekonomi pasca krisis.

Baca Juga :  Kolaborasi Bulog dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global

Selain prestasi profesional, Habibie dikenal karena dedikasinya pada pendidikan dan penelitian. Ia memandang ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk mengangkat martabat bangsa dan mendorong inovasi teknologi di Indonesia. Habibie wafat pada 11 September 2019, meninggalkan warisan sebagai ilmuwan, teknokrat, dan negarawan yang menjembatani pengalaman internasional dengan kemajuan teknologi dan pembangunan nasional. Kehidupannya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menekuni ilmu, berkarir secara global, dan tetap mencintai tanah air.

Artikel Terkait

Baru Tau Kan? Ini Dia 5 Tempat Wisata Gratis di Cirebon
Risiko Hukum Akibat Kontrak Bisnis yang Disusun Sembarangan
Pelabuhan Patimban: Gerbang Baru Logistik dan Industri Jawa Barat
Bandar Udara Kertajati: Gerbang Udara Modern di Jawa Barat
Sertifikat Halal: Arti, Manfaat, dan Tahapan Pengurusannya bagi Pelaku Usaha
Sekolah Maung: Model Pendidikan Unggulan di Jawa Barat
Memahami Perbedaan Kepala Desa Dan Lurah Dalam Pemerintahan Indonesia
PPDB Berubah Menjadi SPMB, Apa Saja Perbedaannya?

Artikel Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Baru Tau Kan? Ini Dia 5 Tempat Wisata Gratis di Cirebon

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Risiko Hukum Akibat Kontrak Bisnis yang Disusun Sembarangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pelabuhan Patimban: Gerbang Baru Logistik dan Industri Jawa Barat

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:00 WIB

Bandar Udara Kertajati: Gerbang Udara Modern di Jawa Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sertifikat Halal: Arti, Manfaat, dan Tahapan Pengurusannya bagi Pelaku Usaha

Berita Terbaru

HARINDRA MEDIA

WISATA

Baru Tau Kan? Ini Dia 5 Tempat Wisata Gratis di Cirebon

Sabtu, 1 Agu 2026 - 10:00 WIB